Tidak ada yang sanggup mengukur cinta seorang ibu kepada anaknya. Itulah yang dirasakan El-Syifa saat berdekatan dengan Umi Maryam. Bagi Umi, El-Syifa adalah kecintaannya, kerinduannya, dan tambatan hatinya. Umi Maryam menamainya anak kalbu sebagaimana kecintaannya pada anak-anak asuhnya di Panti Asuhan Az-Zahra.
Buku ini menceritakan tentang cobaan yang di alami sepasang semua isteri dalam bahtera rumah tangga ,perlahan untuk bangkit menghadapi kehidupan yang lebih baik
Cinta sejati selalu datangnya dari hati nurani semata karena lllahi. la tak akan lekang termakan kondisi, bukan hariya jauhnya jarak, luasnya ruang, lamanya waktu, namun juga perubahan rupa fisik dan abnormalnya psikis orang yang dicintai. Cinta sejati akan menyempurnakan kekurangan kekasih hati, ia datang untuk memberi, mengasihi sepenuh hati. Segala kekurangan tak akan melunturkan ; cinā¦